Alkitab mengajar bahawa, “Hidup dan mati dikuasai lidah ..” (Amsal 18:21 TB). Mengapa begitu?
Lidah kita – lebih tepat lagi, perkataan-perkataan kita mempengaruhi arah Kehidupan kita. Lidah seperti kekang pada mulut kuda, kemudi pada kapal dan api kecil yang boleh membakar hutan yang besar, mampu menukar arah Hidup Kita.
Pada hakikatnya, Alkitab mengatakan, “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” (Yakobus 3:2-5 TB)
Apakah kita sedang menuju arah yang betul dalam Hidup Kita? Adakah percakapan kita sehari-harian adalah apa yang betul? Pengakuan mulut Kita (percakapan Kita) adalah berkait dengan hati Kita dan keselamatan Kita. Alkitab mengajar, “Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:8-10 TB)
Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Markus 7:20-23 TB)
Kata-kata kita, apa yang diucapkan mulut kita adalah apa yang meluah (datang) dari hati kita. “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:43-45 TB)
Percakapan Kita menunjukkan apa yang di dalam hati kita. Dan apa yang di dalam hati seseorang, itulah yang menjadikan siapa orang itu. “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia…” (Amsal 23:7 TB)
Bagaimanakah Cara Kita memilih “Kehidupan” dan “Keberuntungan”?
Apa yang harus Kita lakukan? Di Perjanjian Lama, tentang Kehidupan, keberuntungan, kematian dan kecelakaan, Alkitab mengatakan, “…Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,”. (Ulangan 30:14-15 TB)
Untuk mentaati Tuhan ialah untuk kita memilih “Kehidupan” dan “Keberuntungan” setiap hari. Bagaimanakah Cara Kita melakukan apa Yang diajar Firman Tuhan – mentaati Tuhan?
Bagaimanakah Cara Kita pastikan Kita memiliki keupayaan untuk mentaati Tuhan? Ingat kata Firman Tuhan, “Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.”
Tiga Langkah:
1. Baca dan renungkan Firman Tuhan
Baca dan renungkan Firman Tuhan untuk menyimpan Firman Tuhan di dalam hati. “tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya” (Yosua 1:8)
Pemazmur mengistyharkan, ” Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119:11 TB)
2. Membuat pengakuan – Lafazkan & Akui Firman Tuhan
Nyatakan, istyharkan atau deklarasikan Firman Tuhan. Kalau kita “menjaga” hati kita, dan merenungkan Firman Tuhan; apa Yang keluar dari hati kita akan merupakan Firmannya. Ini bukan bermakna kita menjadi lalai. Sebaliknya Kita perlu senantiasa mengawal mulut Kita supaya apa yang keluar dari mulut Kita adalah kata-kata Yang membawa Kehidupan. Yosua 1:8 mengajar kita, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini..”
3. Taati dan lakukan Firman Tuhan:
Kalau Kita telah menyimpan Firman Tuhan di dalam hati Kita, dan senantiasa mengaku dengan mulut Kita akan Firman Tuhan (setiap hari), kita akan menerima kuasa untuk melakukanya.
Hasil terakhir orang yang membaca, merenung, dan melakukan Firman Tuhan menurut Yosua 1:8 ialah Kehidupan yang keberhasilan, “sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

